Turbin angin, atau kincir angin, adalah perangkat mekanik sederhana yang mirip dengan kincir angin. Bilah turbin akan menangkap arus udara, menggunakan gerakan tersebut untuk mengirimkan energi mekanis di sepanjang poros penggerak. Poros ini kemudian akan mengubah komponen generator, menciptakan energi bersih dan terbarukan untuk rumah tangga Anda, sekaligus mengurangi tagihan listrik. Tahukah Anda, ternyata tidak sulit membangun turbin. Sebagian besar bahan sederhana untuk membangun turbin dapat ditemui di toko bahan bangunan.

1
Tentukan kecepatan angin rata-rata tempat Anda berencana membangun turbin. Untuk menghasilkan listrik secara hemat biaya, turbin angin yang efisien membutuhkan kecepatan angin setidaknya 7 hingga 10 mil per jam (11 hingga 16 kilometer per jam). Sebagian besar turbin angin mencapai kinerja terbaik dalam kecepatan 12 hingga 20 mph (19 hingga 32 kph). Untuk mengetahui kecepatan angin rata-rata tahunan di daerah Anda, Anda dapat memeriksa peta angin secara online yang mencantumkan kecepatan angin rata-rata di daerah Anda.

2
Anda juga dapat membeli alat pengukur angin, yang disebut anemometer, dan menggunakannya untuk mengetahui kecepatan angin di lokasi turbin yang Anda rencanakan. Lakukan ini setiap hari dalam jangka waktu tertentu.
Jika kecepatan angin di daerah Anda cukup konsisten, sebulan pembacaan sudah lebih dari cukup, meskipun perubahan musiman dapat secara drastis mempengaruhi kecepatan angin. Kemudian, ambil rata-rata hasil tersebut untuk melihat apakah Anda dapat membangun turbin di daerah tersebut, atau tidak.

Anemometer

3
Pelajari aturan bangunan yang terkait dengan turbin angin. Tanyakan kepada pemerintah setempat untuk memastikan turbin Anda tidak melanggar aturan. Beberapa aturan menetapkan jarak minimum antara turbin, serta seberapa jauh turbin dari garis properti. Perhitungkan juga batas ketinggian peraturan setempat, sebelum memutuskan untuk membangun turbin .
Sebelum membangun turbin, dan mulai sibuk dengan perencanaan dan konstruksi, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan tetangga. Sehingga, Anda dan tetangga dapat mendiskusikan tentang rencana pembangunan turbin ini dan berbagai masalah yang mungkin saja muncul seperti kebisingan, gangguan radio, dan signal TV. [4]

4
Evaluasi penspasian untuk turbin angin. Meski turbin itu sendiri tidak membutuhkan banyak ruang, untuk menghindari potensi konflik dengan tetangga, Anda harus memiliki setidaknya setengah hektar (0,2 hektar) ruang untuk turbin yang menghasilkan daya hingga 3 kilowatt dan sehektar penuh (0,4 hektar) untuk turbin yang menghasilkan hingga 10 kilowatt. Anda juga harus memiliki ruang vertikal yang cukup untuk membangun turbin yang cukup tinggi, sehingga bangunan dan pohon tidak menghalangi angin. [5]

5
Pilih antara menggunakan bilah turbin angin yang sudah jadi atau membuat sendiri (DIY- do it yourself). Jenis bilah yang Anda gunakan dan konfigurasi bilah dapat memengaruhi desain turbin. Kincir angin pertanian jaman dulu pada dasarnya adalah layar kecil yang melekat pada poros berputar, tetapi, turbin angin menyerupai baling-baling raksasa dan memiliki bilah berbentuk tetesan air mata besar. Bilah ini harus berukuran besar dan bernada benar, agar turbin dapat bekerja secara efisien.
Jika Anda memutuskan untuk membuat bilah sendiri, buatlah dari kayu atau penampang pipa PVC. Petunjuk pembuatan dapat dilihat di internet dengan kata kunci “bilah turbin angin DIY.”

Bilah atau Pisau Turbin

Baik Anda membangun atau membeli bilah/pisau, gunakan 3 bilah pada turbin angin. Jika Anda menggunakan bilah dalam jumlah genap, seperti 2 atau 4, turbin angin mudah bergetar saat berputar. Menambahkan lebih banyak bilah dapat meningkatkan torsi, tetapi juga dapat membuat turbin berputar lebih lambat.
Bilah/pisau juga dapat dibuat dari produk rumah tangga, seperti sekop yang dimodifikasi. Pilih sekop yang kuat. Gagang kayu sekop juga dapat diganti dengan bahan yang lebih awet, seperti campuran logam.

Bersambung ke bagian 2